JATINANGOR – Keputrian Biro Kerohanian Islam Fikom Unpad mengadakan event berjudul Muslimah Youth Symposium (MYS) yang dengan tema “Spotivibes” (Spread Positive Vibe Trough Social Media). Event tersebut digelar pada Sabtu (19/11) di Aula Moestopo, gedung 4 lantai 3 Fikom Unpad. Acara yang khusus diadakan untuk perempuan ini menghadirkan tiga pembicara inspiratif, yaitu Muzzammil Hasballah, Ta’lim Alif dari Universitas Mercubuana, dan Novie Octavia.

Lorem ipsum dolor sit amet
Lorem ipsum dolor sit amet

Fenomena remaja yang saat ini sering mem-posting hal-hal negatif di sosial media, menjadi latar belakang dipilihnya tema tersebut. Berdasarkan tuturan Ketua Pelaksana MYS tahun ini, Hilwa Nurfitri, anak muda zaman sekarang sering memunculkan hal negatif di media sosial yang kemudian anehnya malah menjadi tren.

“Kita bisa lihat banyak banget yang memuat postingan tentang hal negatif dan menjadi tren di kalangan anak muda”. Kata Hilwa.

Dari keprihatinan tersebut panitia MYS menyusun tema untuk merubah kebiasaan anak muda agar membuat postingan yang tak hanya curhat semata.

“Tujuannya gimana kita bisa membuat diri kita eksis di media sosial, tapi ada pahala di sana.” Ujar Hilwa.

Hilwa juga mengatakan bahwa ia berharap setelah acara ini mahasiswa Fikom bisa memberikan manfaat kepada orang banyak lewat karya-karya mereka.

Sebanyak kurang lebih 150 mahasiswi memenuhi Aula Moestopo. Mereka tak hanya datang dari Fikom Unpad tetapi juga dari beberapa fakultas lain di Unpad. Bahkan tak sedikit pula yang datang dari kampus lain seperti Universitas Islam Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia, dan beberapa kampus lain. Panitia acara memang mengundang lembaga dakwah kampus di setiap fakultas untuk mengikuti kegiatan ini.

Acara dimulai sekitar pukul 8.20 pagi, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Muzammil Hasballah. Pemuda asal Aceh ini melantunkan Surat Ar-Rahman dengan merdu. Acara dilanjutkan dengan sesi materi dengan dipandu oleh moderator Dian Chairunnisa. Materi pertama disajilan oleh Novie Ocktavia. Penulis sekaligus blogger ini memberikan materi tentang kepenulisan kepada peserta MYS. Selanjutnya pada sesi kedua materi diberikan oleh rohis Ta’lim Alif dari Fikom Universitas Mercubuana yang terkenal dengan video-video dakwahnya yang lucu dan menarik.

Setelah sesi materi berakhir, acara dilanjutkan dengan talkshow bersama ketiga pembicara dan diakhiri dengan tanya jawab bersama peserta. Sebelum acara benar-benar berakhir, panitia memberikan kejutan bagi peserta dengan mendatangkan bintang tamu “Acapella Kita” dari Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad. Grup vokal yang terdiri dari empat orang personel ini menyuguhkan hiburan akapela yang diiringi dengan gitar akustik.

MYS yang ketiga ini disambut baik oleh mahasiswa Fikom maupun diluar Fikom. Seperti salah satunya Diah Elok, perwakilan dari LDF Asy-Syifaa’ Fakultas Kedokteran Unpad, yang mengatakan bahwa acara ini bagus dan isinya mudah dipahami. Ia juga berpesan kepada panitia untuk menyelenggarakan lagi acara ini di tahun depan.

“Lakukan lagi tapi ada lombanya. Misalnya lomba menulis” ujarnya. (Alifia Nuurma Addini/SL)

JATINANGOR – Prilaku bersahabat dengan lingkungan hidup, haruslah ditanamkan dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya dalam lingkungan aktivitas akademik. Untuk mewujudkan hal tersebut, tentu membutuhkan kontribusi nyata dalam bentuk tindakan, yaitu dengan melakukan sejumlah kegiatan yang dapat mendorong terwujudnya kampus Unpad yang lebih bersahabat dengan lingkungan. Dengan pemikiran tersebut, Dekan Fikom Unpad, Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos., S.H., M.Si, bekerja sama dengan sejumlah mahasiswa dari Fakultas Teknik Geologi (FTG), menginisiasi pembuatan 24 sumur biopori di kampus Fikom Unpad. Sumur biopori, adalah sumur resapan air sederhana yang akan melancarkan penyerapan air ke dalam tanah, di mana pengaplikasiannya pada lingkungan yang terlalu banyak bangunan diyakini mampu membantu kelancaran proses penyerapan air ke dalam tanah

Pembuatan sumur biopori di lingkungan Fikom Unpad, diresmikan dengan upacara sederhana yang melibatkan sejumlah dosen, karyawan, dan mahasiswa Fikom pada hari Jumat (18/11) di areal Plaza Fikom Unpad. Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Tata Kelola dan Sumber Daya, Dr. Sigid Suseno, SH., M.Hum, yang juga meresmikan acara secara simbolis. Dalam sambutannya, Sigid Suseno mengungkapkan kebahagiaannya atas kegiatan tersebut, sekaligus menyampaikan harapan untuk diadakannya kegiatan sejenis secara lebih luas lagi.

Sigid Suseno bahu-membahu bersama Dadang Rahmat, ‘mengebor’ satu titik sumur biopori untuk menandakan peresmian kegiatan secara simbolis. Setelah melubangi satu titik, baik Dekan Fikom dan Warek Unpad Bidang Tata Kelola dan Sumber Daya juga berbarengan menanam sumur biopori dengan menggunakan pipa paralon dengan penutup khusus. Selesai sesi peresmian, giliran segenap civitas akademik Fikom Unpad meneruskan proses pengeboran dan pemasangan sumur biopori di sejumlah titik yang tersisa di beberapa lokasi seputar Fikom Unpad. (SL)

JATINANGOR – Dalam rangka acara Dies Program Studi Hubungan Masyarakat yang ke-3, Kamis (17/11) Prodi Humas bekerjasama dengan PT Cakrawala Andalas Televisi (ANTV) mengadakan acara kuliah umum dengan tema “Public Relations di Industri Televisi” di Ruang Moestopo kampus Fikom Unpad Jatinangor. Acara yang dibuka oleh Manager Pembelajaran Fikom Unpad Dr. Agus Setiaman, M.Si, menghadirkan Nugroho Agung selaku Head of Corporate Communication ANTV sebagai pembicara, dan dihadiri oleh dosen-dosen Prodi Humas dan sejumlah mahasiswa.

Acara ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan kepada mahasiswa mengenai profesi PR di Industri Televisi. Untuk itu dihadirkan Nugroho Agung, seorang praktisi PR yang memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun di industri Televisi. Acara ini juga menjadi jembatan Prodi Humas bekerjasama dengan Departemen Corporate Communication ANTV untuk melakukan penelitian, kunjungan dan pemagangan bagi mahasiswa Prodi Humas Fikom Unpad.

Menurut Nugroho Agung, menjadi PR di industry televisi itu menyenangkan, karena atmosfer industri televisi yang dinamis dan banyak tantangan. Saat ini di Indonesia, televisi masih menjadi menjadi hiburan utama bagi masyarakat, meski demikian televisi harus mulai mengubah strategi marketingnya tidak hanya conventional marketing tapi juga digital marketing. Seperti Stasiun telvisi nasional ANTV yang sudah 23 tahun mengudara dan menjangkau lebih dari 160 Kota dan Kabupaten di Indonesia, beberapa tahun belakangan ini mulai menggunakan berbagai platform media social sebagai bagian dari promosinya.

Saat ditanyakan mengenai kompetensi apa saja yang harus dimiliki seorang PR di Indistri Televisi, Nugroho Agung menjawab, PR televisi harus mampu menjadi spokesperson bagi perusahaan, mampu berfikir strategis dan analisis, memiliki keinginan untuk mendengarkan, kemampuan menulis, pengetahuan mengenai produk-produk perusahaan dan mampu bekerjasama dalam tim maupun mandiri. Stasiun TV membutuhkan seorang PR untuk membangun corporate image disamping bersaing dengan stasiun televisi lain dalam hal rating. Stasiun TV juga menghadapi stakeholder yang memiliki beragam kepentingan, belum lagi isu-isu sensitif seperti agama, sara, kekerasan, pornografi, politik, UU penyiaran, dsb. Karena itu menurutnya, “menjadi PR itu bukan modal rok pendek hahahehe doang.. jadi PR itu harus pintar!”